Senin, 29 Mei 2017
Sekapur Sirih
Ke'te' Kesu' terletak 4km dari kota rantepao, dan merupakan salah satu tempat wisata terpopuler ditoraja. Ke'te' Kesu' sangat mudah dijangkau oleh wisatawan dengan fasilitas pariwisata yabf sudah cukup memadai . Harga tiket masuk kawasan adalah Rp.10.000 . Ke'te kesu' dapat dijangkau dengan menggunakan angkot Rantepao - La'bo, angkot Rantepao - Randa Batu, atau bisa juga dengan menyewa motor dengan tarif sewa 70rb/ hari.
Menurut kepercayaan masyarakat di Toraja setelah mereka meninggal tidak diperbolehkan untuk kembali menginjak tanah. Sehingga mereka dibuatkan rumah peristirahatan terakhir dengan menggunakan Patane, dimasukin ke dalam goa, digantung di pinggir tebing Ke'te Kesu' dan terdapat juga yang dimasukin ke dalam lobang di batu besar atau tebing. Hingga hari ini ritual penguburan tersebut masih dipercayai dan dilakukan.
Patane atau rumah masa depan masyarakat Toraja merupakan salah satu dari tradisi penguburan yang terdapat di kawasan Ke'te' Kesu'. Rumah kayu dengan ukiran batu ditengahnya yang digunakan sebagai tempat pemakaman .Patane ini kondisinya tertutup, hanya bisa melihat dinding luarnya yang megah. Patane tidak bisa sembarangan dibuka, ia hanya dibuka saat ada jenazah yang akan dikubur. Di luar kondisi untuk memakamkan, Patane hanya dibuka pada waktu-waktu khusus dan harus setelah masa panen.
Terdapat juga Tau-tau atau patung yang dipahat. Patung ini dikenal oleh masyarakat toraja untuk mewakili jasad orang yang telah meninggal. Tetapi tidak semua orang meninggal dibuatkan patung tersebut. Pembuatan Tau-tau tidak boleh dikerjakan oleh sembarang orang dan harus dikerjakan berdampingan/dekat dengan jenasah.
Keunikan dari tradisi kematian di Toraja inilah yang membuat Toraja dikenal baik bagi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Kematian bukan berarti perpisahan seperti itulah kepercayaan yang dipercayai oleh masyakarakat Toraja.









0 komentar:
Posting Komentar